Archive for February, 2010

February 28th, 2010

Four Reasons Publishers Reject Your Manuscript

pic taken from ddth.com

Every writer must have a dream to publish a book. For writers who already have a name in the books publishing it can be something easy. But the difference is for beginner writers. They are usually very difficult to penetrate the world of book publishing.

There are many reasons why the beginner faced trouble to publish the book:

1. No doubt that talking about books publishing industry is about profit. Of course the publisher will select manuscripts from writers who are well known by the public for publication. Rather than the script from beginner,

2. In general, the senior author who has had a script that is more qualified than novice writers. Although this theory is not always true. It may be that beginner authors have more quality writing, interesting and better than the senior author. Only opportunity and time has not catapulted his name.

3. Author beginners are usually not aware of market trends of books that are frowned upon in society. Novice writers write what he wanted to write. They are not following what is going popular in the market. That’s why when the writers sent it the publishers rejected the manuscript because it does not match market tastes.

4. And a very common is the writers do not understand the procedures, conditions and steps in sending the manuscript to a publisher that the manuscript be published.

Actually there is another way that authors can publish the manuscript. That is self publishing. With a self-published manuscript, the author was removing one obstacle. That was rejected by publishers.

It’s just self-published means of capital to print a book should be removed from their own pockets. For a book that cost Rp. 40,000, including print production costs typically 25% of the price of books. When we printed 1000 copies, it required fund of Rp. 10 million. That’s not including deal with distribution and the affairs of the bookstore and other parties. It’s not pictured, troublesome!

But now the world has changed so much. The development of information technology and the internet has become more advanced. For writers there is a very, very cheap to publish the manuscript. Even be zero dollars if you already have the computer.

Yes … we could publish our manuscript in the form of an e-book. E-book or electronic book is also called a digital book can overcome the impasse we are to publish the book. We just change the text in MS Word to PDF form. With PDF Creator software that can be downloaded free from the internet, we are able to publish the manuscript in the form of an e-book.

Now what  purpose we publish the manuscript? If we just want our script read by the general public without material want the reward (money). So we live on the internet and upload to inform the public to download our script for free.

But if our goal other than to spread knowledge and information from our script, also want the material rewards (money). So we can sell it on the internet. With capitalize internet connection then we can make it as one’s own business.

How Publishes Manuscript without dealing with publishers?

How to make our manuscript as Self’s Own Business?

February 27th, 2010

Empat Alasan Penerbit Menolak Naskah Anda

Pic taken from thepyramidgroup.biz

Pic taken from thepyramidgroup.biz

Setiap penulis pasti mempunyai cita-cita untuk menerbitkan buku. Untuk penulis yang sudah jadi, atau sudah punya nama di blantika perbukuan bisa jadi itu adalah sesuatu yang mudah. Tapi beda halnya bagi penulis pemula. Penulis pemula biasanya sangat sulit untuk menembus dunia penerbitan buku.

Ada banyak alasan kenapa penulis pemula kesulitan untuk bisa menerbitkan buku :

  • 1. Tidak dipungkiri bahwa menebitkan buku berkaitan dengan industri. Industri selalu berorientasi  profit (keuntungan). Tentu saja penerbit akan memilih naskah dari penulis yang sudah dikenal oleh masyarakat untuk diterbitkan. Daripada naskah dari penulis pemula, yang tentu saja asing ditelinga salon pembeli buku.
  • 2. Secara umum penulis yang sudah senior mempunyai naskah yang lebih berkualitas dibandingkan penulis pemula. Walaupun teori ini tidak selalu benar. Bisa jadi penulis pemula mempunyai tulisan yang lebih berkualitas, menarik dan lebih baik dari penulis senior. Hanya kesempatan dan waktu yang belum melambungkan namanya.
  • 3. Penulis pemula biasanya kurang mengetahui trend pasar perbukuan yang sedang disukai di masyarakat. Penulis pemula menuliskan apa yang memang ingin dia tuliskan. Mereka kurang mengikuti apa yang sedang banyak diinginkan pasar. Itu sebabnya ketika penulis pemula mengirimkan naskahnya ke penerbit ditolak karena tidak sesuai selera pasar.
  • 4. Dan yang sangat umum terjadi adalah para penulis pemula kurang mengerti prosedur, syarat-syarat dan langkah-langkah dalam mengirimkan naskah ke penerbit sehingga naskah itu bisa diterbitkan.

Sebenarnya ada cara lain agar penulis bisa menerbitkan naskahnya. Yaitu dengan self publishing (menerbitkan sendiri). Dengan menerbitkan sendiri naskahnya, maka penulis sudah menghilangkan satu kendala. Yaitu ditolak oleh penerbit.

Hanya saja menerbitkan sendiri artinya modal untuk mencetak buku harus dikeluarkan dari kantong sendiri. Untuk sebuah buku yang harganya Rp. 40.000, biaya produksi termasuk cetak biasanya 25% dari harga buku. Bila kita cetak 1000 eksemplar maka diperlukan dana Rp. 10 juta. Itu belum termasuk lagi kita harus mengurusi distribusi dan urusan-urusan dengan toko buku dan pihak-pihak lain. Sudah terbayang bukan, repotnya!!!

Tetapi kini dunia sudah jauh berubah. Perkembangan teknologi informasi dan internet sudah sedemikian maju. Untuk para penulis ada cara yang sangat-sangat murah untuk menerbitkan naskah. Bahkan bisa jadi nol rupiah bila Anda telah mempunyai komputer n listrik untuk menyalakan komputer tidak dianggap sebagai modal.

Ya…kita bisa menerbitkan naskah kita dalam bentuk e-book. E-book atau buku elektronik disebut juga buku digital bisa mengatasi kebuntuan kita untuk menerbitkan buku. Kita cukup mengubah naskah yang dalam betuk MS Word ke bentuk PDF. Dengan software PDF Creator yang bisa didownload gratis dari internet, kita sudah bisa menerbitkan naskah dalam bentuk e-book.

Kini tinggal untuk tujuan apa kita menerbitkan naskah itu? Kalau kita hanya ingin naskah kita dibaca oleh masyarakat umum tanpa menginginkan imbalan dalambentuk materi (uang). Maka kita tinggal upload di internet dan informasikan ke umum untuk mendownload naskah kita secara gratis.

Tetapi kalau tujuan kita selain menyebarkan ilmu dan informasi dari naskah  kita, juga menginginkan imbalan berupa materi (uang). Maka kita bisa menjualnya di internet. Dengan bermodalkan koneksi internet maka kita sudah bisa menjadikannya sebagai bisnis milik sendiri.

Bagaimana Menerbitkan Naskah tanpa berurusan dengan Penerbit?

Bagaimana Menjadikan Naskah kita sebagai Bisnis Mandiri milik Sendiri?